Sukses, Halal bi Halal Unila Ditengah Pandemi Covid-19

Sukses, Halal bi Halal Unila Ditengah Pandemi Covid-19

(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar acara silaturahmi Halal bi Halal Idul Fitri 1441 Hijriah secara daring melalui teleconference, Kamis (4/6/2020). Acara ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika Unila.

Dalam sambutannya Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., secara pribadi menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan dan perkataan yang kurang berkenan. Ia menyadari, beberapa kebijakan yang ia buat belum tentu dapat diterima semua pihak.

Menurutnya pro dan kontra merupakan hal lumrah yang terjadi dan tak mungkin dihindari. Namun, harus ada pengorbanan yang dilakukan demi institusi. Kendati demikian, pria yang akrab disapa Aom itu menegaskan bahwa dirinya mencoba terus berjalan dan fokus pada tugas-tugas yang diamanatkan kepadanya.

“Mudah-mudahan musibah covid-19 ini cepat berakhir dan kita bertemu kembali dengan Ramadan-ramadan yang akan datang, kita semua sehat walafiah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pula Prof. Karomani menyampaikan tantangan-tantangan ke depan yang harus dihadapi umat manusia. Salah satunya kemajuan teknologi berupa kecerdasan buatan (Artificial Intellegent).

Jika saat ini manusia hanya mengandalkan kecerdasan diri sendiri, di masa depan, kecerdasan diri akan kalah oleh kecerdasan buatan. Kemajuan teknologi seperti pengembangan software di masa depan dapat mengalahkan kecerdasaan manusia.

“Saat ini karakter manusia menjadi taruhan. Maka itu pembentukan dan penguatan karakter sangat penting dilakukan,” katanya.

Melalui forum silaturahmi ini Aom juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk kompak dalam kepentingan membangun masjid Alwasi’I Unila.

Hadir secara langsung Ustadz Dr. H, Bukhori Muslim, Lc menyampaikan dihadapan sivitas akademika. Bukhori menyampaikan hari raya Idul Fitri adalah momentum untuk lebih mempererat silaturahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa.  Ia menyampaikan bahwa Allah akan menghapuskan dosa-dosa kecil melalui kebaikan yang terus menerus kita lakukan.

Hal itu mampu diperoleh dengan menjaga solat lima waktu, sholat jum’at, dan menjaga ibadah pada bulan Ramadhan. Selain bertobat kembali kepada petunjuk Allah atau hablum minallah,  kita tidak bisa mengabaikan hablum minannas. Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, di dalam Al-Quran juga banyak ayat-ayat yang menyebutkan tentang perintah mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan  hablum minannallah namun diiringi juga dengan hablum minannas.

Ia meyakini Islam mendorong umatnya agar dalam beragama tidak selalu mementingkan aspek ibadah mahdhoh saja, akan tetapi Islam juga menganjurkan ibadah sosial, seperti memperhatikan nasib-nasib orang yang kurang mampu.

Iya mengungkapkan, orang yang menyambung kebaikan adalah orang yang siap memberi dan memaafkan. Idul Fitri ini selayaknya digunakan sebagai introspeksi dan sebagai manifestasi hablum minallah serta introspeksi atas realitas kehidupan sosial sebagai manifestasi hablum minannas. [ikh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *