(Unila) : Sebagai salah satu solusi dan langkah meminimalkan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di tengah pandemi, Universitas lampung menerapkan virtual class (VClass) tatap muka. Meski masih ada yang menggunakan media sosial, Unila tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pembelajaran daring (dalam Jaringan).

Pedoman pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 dikelola UPT.Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bersama Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila.

Kepala UPT.TIK Muhamad Komarudin mengungkapkan bahwa hingga hari ini sudah ada sekitar 600.000 yang hit mengakses virtual class Unila.Data per 19 Maret 2020 pagi, lebih dari 17.000 pengguna aktif yang juga mengakses. Jumlah lock data yang tercatat hingga kini sangat besar. Besarnya aktivitas perkuliahan daring tidak hanya siang, tetapi juga malam hari. “biasanya perkuliahan ini kan jam 4 sore sudah selesai. Kini jam 5 dan 7 malam mulai aktif kembali. Bahkan ada yang sampai jam 11 malam.” kata beliau beberapa waktu lalu.

Wakil Rektor Bidang Akademik Heryandi, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama dan TIK, Suharso, juga ikut memantau penyelenggaraan perkuliahan daring di UPT TIK.

Hingga akhir semester ini perkuliahan akan berlangsung secara online. “Berdasarkan data yang ditampilkan UPT. TIK, aktivitas virtual class berlangsung dinamis, respons mahasiswa sangat antusias, dan saya sangat yakin ini akan berdampak pada webometric,” menurut Suharso.

Berdasar surat edaran pemerintah mengenai masa tanggap Covid-19, perkuliahan daring yang dilaksanakan Unila akan berlangsung cukup lama.Unila melalui persiapan pembangunan RSPTN menyiapkan 1,3 juta dollar untuk meningkatkan fasilitas UPT. TIK, terangnya. [IKH]