Halal Bihalal dan Seminar Daring Forum Rektor

Halal Bihalal dan Seminar Daring Forum Rektor

Unila, Selasa (09/6/2020): Seminar daring Forum Rektor ( Sivitas akademika Universitas Lampung (Unila) dan para rektor 36 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia ) sebagai Penguat Karakter Bangsa melaksanakan Halal Bihalal.

Penyelenggara menghadirkan Menteri Ristekdikti 2014-2019 dan Staf Khusus Wakil Presiden Porf. M. Nasir, Cendekiawan Muslim dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. Asyumardi Azra, dan Akademisi Monash University Prof. Nadirsyah Hosen.

Rektor Unila Prof. Karomani mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menyelenggarakan kegiatan ini dan mengundang sejumlah perguruan tinggi untuk bergabung dalam acara ini. Masih dalam suasana Idul Fitri pula ia menyampaikan selamat hari raya. “Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin”, ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan narasumber yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini.

Selaku moderator webinar, ia juga mengungkapkan komitmen Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa ini untuk menciptakan karakter bangsa yang lebih baik dan saling mempererat sekaligus memotivasi membangun bangsa yang lebih baik.

Porf. M. Nasir mengungkapkan, mengimplementasikan nilai ketakwaan sangat meningkatkan kualitas pendidikan. Memahami Pancasila sebagai dasar negara harus diterjemahkan senada dengan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia.

Di dalam dunia pendidikan tinggi hal itu menjadi sangat penting untuk mengelaborasikan berbagai terobosan meningkatkan kualitas pendidikan di era kini melalui daring dengan teknologi.

“Sistem harus dibangun dengan baik, mudah-mudahan dengan halal bihalal ini kita semua dapat meningkatkan kemampuan dengan introspeksi diri melalui perkembangan perguruan tinggi yang lainnya,” ujar Nasir.

Menambahkan pernyataan itu, Prof Asyumardi Azra mengungkapkan, Indonesia dengan beragam ras dan suku harus bersyukur dengan karunia kedamaian umat Islamnya dengan beragam suku bangsa. Ia mengajak para dosen untuk mengawal dan memberikan semangat agar etos kerja yang baik terwujud pada 75 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Kita harus berkontribusi dan memperkuat karakter dengan Pancasila dan bineka tunggal ika ini,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, Islam wasatiah yang ada di Indonesia adalah umat jalan tengah yang kelak menjadi saksi atas majunya muslim di Indonesia dengan berbagai latar belakang budaya antarislam. Ia menilai, dibanding beberapa negara yang memiliki warga Islam, Indonesia harus banyak-banyak bersyukur dengan umatan wasatan ini.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan Indonesia memiliki nilai tertinggi indeks kedermawanan selama dua tahun terakhir. “Kita akan membuktikan pada dunia bahwa Islam itu dapat membangun kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

Memperkuat pernyataan para narasumber sebelumnya, Prof. Nadirsyah Hosen mengatakan, pendidikan dan riset yang dilakukan pendidikan tinggi di Indonesia ke depan perlu memperkuat khasanah kualitas muslim di Indonesia.

Pada pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan secara daring dengan tema “Memperkokoh Karakter Kebangsaan Melalui Kinerja Perguruan Tinggi yang Berdaya Saing Global” tersebut, UPT TIK Unila mensuport akses Internet agar stabil dan kegiatan berjalan dengan lancar. [ikh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *