FGD Tata Kelola TIK Universitas Lampung: Dorong Penguatan Regulasi Keamanan Data

Bandar Lampung, 19 November 2024 – Universitas Lampung (UNILA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Penyusunan Peraturan Rektor Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Acara yang berlangsung di Emersia Hotel ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan draf peraturan yang akan menjadi landasan hukum pengelolaan TIK di UNILA.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh para dekan, direktur pascasarjana, kepala biro, kepala UPT, serta narasumber dari Fakultas Hukum UNILA. Dalam diskusi, sejumlah isu strategis diangkat, seperti pentingnya penguatan regulasi, pengelolaan hak akses administrator, peningkatan kapasitas SDM, dan alokasi anggaran untuk mendukung pengelolaan TIK yang efektif.

Dekan Fakultas Hukum UNILA, Dr. M. Fakih, S.H., M.S., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini. “Langkah ini sangat positif. Data adalah aset yang harus dilindungi. Saya berharap diskusi ini menghasilkan solusi konkret untuk meminimalkan potensi kebocoran data dan penyebaran informasi hoaks,” ujarnya.

Dr. Fakih juga menyoroti perlunya kepastian hukum dalam peraturan tersebut. “Dengan adanya regulasi, siapapun yang melanggar, termasuk dalam kasus pembocoran data, harus dikenai sanksi hukum yang tegas. Ini penting untuk menjaga keamanan bersama di lingkungan UNILA,” tambahnya.

Sejumlah peserta memberikan masukan strategis, di antaranya:

  • Koordinasi Stakeholder: Pentingnya mencakup biro dan lembaga dalam regulasi.
  • Hak Akses: Penegasan alur pengelolaan hak akses administrator untuk menjamin keamanan sistem.
  • SDM dan Anggaran: Perlu ada pasal khusus untuk mendukung pengembangan SDM dan penambahan anggaran operasional.
  • Regulasi Terintegrasi: Adopsi peraturan nasional, seperti SPBE, untuk memperkuat landasan hukum.

Wakil UPA TIK, Pak Zul, menyebutkan bahwa rancangan peraturan ini berbeda signifikan dari versi sebelumnya. “Kami akan terus menyempurnakan draf ini berdasarkan masukan FGD. Sebelum diresmikan, berbagai aspek seperti SDM, pendanaan, dan integrasi sistem harus disiapkan dengan matang,” jelasnya.

Melalui FGD ini, UNILA menegaskan komitmennya untuk menciptakan tata kelola TIK yang andal dan aman demi mendukung visi universitas sebagai institusi pendidikan terkemuka.